Bunga Tunggal Bunga Majemuk Anuitas Rangkuman LKPD Interaktif Panduan Guru
Matematika Keuangan · SMA/SMK

Belajar Matematika Keuangan lewat uang yang tumbuh di depan matamu.

Tabungan yang bunganya dihitung dari modal awal saja itu Bunga Tunggal. Tabungan yang bunganya ikut "berbunga" tiap periode itu Bunga Majemuk. Cicilan tetap tiap bulan untuk melunasi pinjaman itu Anuitas. Di halaman ini kamu bisa menghitung langsung, mencoba soal, dan mengisi LKPD — semua interaktif, langsung di layar HP atau laptopmu.

Materi Ajar Interaktif — Matematika Keuangan

Coba geser suku bunganya

Mn = 1.000.000 × (1+i)ⁿ
10%
Peta Konsep

Tiga ide besar yang akan kamu kuasai

Bunga Tunggal tumbuh lurus (linear), Bunga Majemuk tumbuh berlipat (eksponensial), dan Anuitas mengatur angsuran tetap untuk melunasi pinjaman bunga majemuk.

Bunga Tunggal

Bunga dihitung dari modal awal yang tetap setiap periode — cocok untuk deposito atau pinjaman jangka pendek.

Mn = P(1 + i·n)

Bunga Majemuk

Bunga periode sebelumnya ikut dibungakan lagi ("bunga berbunga") — pertumbuhannya semakin cepat seiring waktu.

Mn = P(1 + i)n

Anuitas

Pembayaran/angsuran tetap tiap periode untuk melunasi pinjaman berbunga majemuk — dipakai pada cicilan KPR/kendaraan.

A = M·i / (1 − (1+i)−n)
Bagian II

Bunga Tunggal

Bunga tunggal adalah bunga yang besarnya dihitung hanya dari modal awal (P) dan tidak berubah tiap periode, meskipun bunga sebelumnya sudah ditambahkan ke tabungan. Karena itu, pertumbuhan nilai uangnya bersifat linear (garis lurus) — mirip pola pada barisan aritmetika.

Rumus Bunga Tunggal
I = P · i · n  →  Mn = P (1 + i·n)
P = modal awal · i = suku bunga per periode (desimal) · n = banyak periode · I = jumlah bunga · Mn = nilai akhir (modal + bunga)
Mn

Kalkulator Bunga Tunggal

Masukkan modal awal, suku bunga per tahun, dan lama waktu menabung/meminjam.

    P = 2.000.000, i = 8% = 0,08, n = 3
    I = P · i · n = 2.000.000 × 0,08 × 3
    I = 480.000
    Besar bunga tunggal setelah 3 tahun adalah Rp480.000.
    P = 5.000.000, i = 0,12, n = 2
    Mn = P(1 + i·n) = 5.000.000(1 + 0,12 × 2)
    Mn = 5.000.000 × 1,24 = 6.200.000
    Nilai akhir tabungan setelah 2 tahun adalah Rp6.200.000.
    I = Mn − P = 1.860.000 − 1.500.000 = 360.000
    i = I / (P·n) = 360.000 / (1.500.000 × 4)
    i = 360.000 / 6.000.000 = 0,06 = 6%
    Suku bunga tunggal yang digunakan adalah 6% per tahun.
    I = 6.000.000 − 4.000.000 = 2.000.000
    n = I / (P·i) = 2.000.000 / (4.000.000 × 0,10)
    n = 2.000.000 / 400.000 = 5
    Modal akan menjadi Rp6.000.000 setelah 5 tahun.
    P = 3.000.000, i = 0,09, n = 2
    Mn = 3.000.000(1 + 0,09 × 2)
    Mn = 3.000.000 × 1,18 = 3.540.000
    Saldo tabungan Bu Wati setelah 2 tahun adalah Rp3.540.000.
    P = 10.000.000, i = 0,05, n = 1
    I = P · i · n = 10.000.000 × 0,05 × 1
    I = 500.000
    Bunga deposito yang diterima Pak Rudi adalah Rp500.000.
    P = 8.000.000, i = 0,075 per tahun, n = 8/12 tahun
    I = 8.000.000 × 0,075 × (8/12)
    I = 600.000 × 0,6667 = 400.000
    Bunga tabungan Sinta selama 8 bulan adalah Rp400.000.
    P = 20.000.000, i = 0,07, n = 3
    I = 20.000.000 × 0,07 × 3
    I = 4.200.000
    Total kupon (bunga) yang diterima selama 3 tahun adalah Rp4.200.000.
    Latihan Mandiri

    Uji Pemahamanmu — Bunga Tunggal

    Isi jawabanmu (bulatkan ke rupiah/tahun terdekat, tanpa titik ribuan), lalu klik "Cek Jawaban". Pembahasan lengkap ada di bagian Panduan Guru.

    1.Modal Rp2.000.000 dibungakan tunggal 8% per tahun selama 3 tahun. Berapa besar bunganya (I)?
    2.Modal Rp5.000.000 dibungakan tunggal 6% per tahun selama 4 tahun. Berapa nilai akhirnya (Mn)?
    3.Modal Rp1.500.000 dibungakan tunggal 10% per tahun. Setelah berapa tahun modal menjadi Rp2.250.000?
    4.Sinta mendepositokan Rp8.000.000 dengan bunga tunggal 7,5% per tahun selama 8 bulan. Berapa bunga yang ia dapatkan (dalam rupiah)?
    Tugas

    Tugas — Bunga Tunggal

    8 soal dengan variasi bentuk (identifikasi, analisis kesalahan, aplikasi, hingga HOTS). Kerjakan di buku tulismu.

    1. Jelaskan dengan kata-katamu sendiri, apa perbedaan mendasar antara bunga tunggal dan bunga majemuk?
    2. Modal Rp2.500.000 dibungakan tunggal 9% per tahun selama 3 tahun. Tentukan besar bunga (I) dan nilai akhirnya (Mn).
    3. Seorang siswa menghitung bunga tunggal dari P = Rp3.000.000, i = 10%, n = 2 tahun dengan cara: I = 3.000.000 × 10 × 2 = 60.000.000. Apakah perhitungan ini benar? Jika salah, tunjukkan letak kesalahan dan berikan jawaban yang benar.
    4. Modal Rp6.000.000 menjadi Rp7.800.000 setelah 3 tahun dengan bunga tunggal. Tentukan suku bunga (i) per tahun yang digunakan.
    5. Andi meminjam uang Rp4.000.000 di koperasi dengan bunga tunggal 2% per bulan. Jika ia melunasi setelah 6 bulan, berapa total yang harus dibayar Andi?
    6. Dua tabungan bunga tunggal: Tabungan A (P = Rp5.000.000, i = 8%/tahun) dan Tabungan B (P = Rp4.000.000, i = 12%/tahun). Setelah berapa tahun nilai kedua tabungan tersebut sama besar?
    7. Buktikan bahwa pertumbuhan nilai akhir (Mn) pada bunga tunggal terhadap waktu (n) membentuk pola yang sama dengan barisan aritmetika. Tentukan juga apa yang menjadi "suku pertama" dan "beda"-nya. HOTS
    8. Menurutmu, dalam situasi seperti apa bunga tunggal lebih menguntungkan dibandingkan bunga majemuk bagi seorang penabung? Jelaskan alasanmu. HOTS
    Pekerjaan Rumah

    PR — Bunga Tunggal

    8 soal, diurutkan dari yang paling sederhana sampai soal HOTS (berpikir tingkat tinggi). Kerjakan di buku tulismu, lalu cek jawaban di sini.

    1. Modal Rp1.000.000 dibungakan tunggal 10% per tahun selama 2 tahun. Tentukan besar bunganya (I).
    2. Modal Rp3.500.000 dibungakan tunggal 6% per tahun selama 5 tahun. Tentukan nilai akhirnya (Mn).
    3. Modal Rp2.000.000 menjadi Rp2.480.000 setelah 3 tahun dengan bunga tunggal. Tentukan suku bunga (i) per tahun.
    4. Modal Rp4.500.000 dibungakan tunggal 8% per tahun. Setelah berapa tahun modal tersebut menjadi Rp6.300.000?
    5. Pak Bayu meminjam Rp2.000.000 dengan bunga tunggal 3% per bulan. Berapa total pinjaman yang harus dilunasi setelah 4 bulan?
    6. Sebuah deposito Rp15.000.000 dengan bunga tunggal 6% per tahun dicairkan setelah 9 bulan. Berapa total bunga yang diperoleh?
    7. Tabungan C dan D sama-sama dimulai dengan modal Rp3.000.000. Tabungan C berbunga tunggal 10%/tahun, Tabungan D berbunga tunggal 15%/tahun tetapi baru mulai menabung 1 tahun kemudian. Pada tahun ke berapa (dihitung sejak Tabungan C mulai) nilai kedua tabungan tersebut sama? HOTS
    8. Sebuah koperasi menawarkan pinjaman bunga tunggal 2% per bulan tanpa batas waktu pelunasan. Jelaskan risiko apa yang dihadapi peminjam jika pelunasan ditunda terlalu lama, ditinjau dari rumus I = P·i·n. HOTS
    Bagian III

    Bunga Majemuk

    Bunga majemuk adalah bunga yang dihitung dari modal ditambah bunga periode sebelumnya — sering disebut "bunga berbunga". Karena basis perhitungannya selalu bertambah, pertumbuhan nilai uangnya bersifat eksponensial — mirip pola pada barisan geometri.

    Rumus Bunga Majemuk
    Mn = P (1 + i)n
    P = modal awal · i = suku bunga per periode (desimal) · n = banyak periode · Mn = nilai akhir · I = Mn − P = jumlah bunga
    Mn

    Kalkulator Bunga Majemuk

    Masukkan modal awal, suku bunga per periode, dan banyak periode majemuk.

      P = 1.000.000, i = 0,05, n = 3
      Mn = P(1+i)ⁿ = 1.000.000 × (1,05)³
      Mn = 1.000.000 × 1,157625 = 1.157.625
      Nilai akhir tabungan setelah 3 tahun adalah Rp1.157.625.
      Mn = 4.000.000 × (1,08)² = 4.000.000 × 1,1664
      Mn = 4.665.600
      I = Mn − P = 4.665.600 − 4.000.000 = 665.600
      Jumlah bunga majemuk selama 2 tahun adalah Rp665.600.
      Mn = P(1+i)ⁿ → P = Mn / (1+i)ⁿ
      P = 2.315.250 / (1,05)³ = 2.315.250 / 1,157625
      P = 2.000.000
      Modal awal yang ditabungkan adalah Rp2.000.000.
      P = 500.000, i = 0,02 per bulan, n = 6
      Mn = 500.000 × (1,02)⁶
      Mn ≈ 500.000 × 1,12616 = 563.081
      Nilai akhir tabungan setelah 6 bulan adalah sekitar Rp563.081.
      P = 5.000.000, i = 0,06, n = 3
      Mn = 5.000.000 × (1,06)³ = 5.000.000 × 1,191016
      Mn = 5.955.080
      Nilai deposito Pak Joko setelah 3 tahun adalah Rp5.955.080.
      P = 8.000.000, i = 0,04, n = 5
      Mn = 8.000.000 × (1,04)⁵ ≈ 8.000.000 × 1,216653
      Mn ≈ 9.733.223
      Nilai tabungan pendidikan Bu Nia setelah 5 tahun sekitar Rp9.733.223.
      P = 15.000.000, i = 0,09, n = 4
      Mn = 15.000.000 × (1,09)⁴ ≈ 15.000.000 × 1,411582
      Mn ≈ 21.173.724
      Estimasi nilai investasi Rani setelah 4 tahun sekitar Rp21.173.724.
      P = 200.000, i = 0,02, n = 5
      Mn = 200.000 × (1,02)⁵ ≈ 200.000 × 1,10408
      Mn ≈ 220.816
      Perkiraan jumlah penduduk setelah 5 tahun adalah sekitar 220.816 jiwa.
      Latihan Mandiri

      Uji Pemahamanmu — Bunga Majemuk

      Isi jawabanmu (bulatkan ke rupiah terdekat, tanpa titik ribuan), lalu klik "Cek Jawaban". Pembahasan lengkap ada di bagian Panduan Guru.

      1.Modal Rp1.000.000 dibungakan majemuk 10% per tahun selama 2 tahun. Berapa nilai akhirnya (Mn)?
      2.Modal Rp2.000.000 dibungakan majemuk 5% per tahun selama 3 tahun. Berapa nilai akhirnya (Mn)?
      3.Modal Rp4.000.000 dibungakan majemuk 8% per tahun selama 2 tahun. Berapa jumlah bunganya (I = Mn − P)?
      4.Tabungan pendidikan Rp10.000.000 dibungakan majemuk 6% per tahun selama 3 tahun. Berapa nilai akhirnya (Mn)?
      Tugas

      Tugas — Bunga Majemuk

      8 soal dengan variasi bentuk (identifikasi, analisis kesalahan, aplikasi, hingga HOTS). Kerjakan di buku tulismu.

      1. Modal Rp3.000.000 dibungakan majemuk 6% per tahun selama 3 tahun. Tentukan nilai akhirnya (Mn) dan jumlah bunganya (I).
      2. Seorang siswa menghitung Mn dari P = Rp1.000.000, i = 10%, n = 3 tahun dengan cara: Mn = 1.000.000 × (1 + 10 × 3) = 4.000.000. Apakah perhitungan ini benar? Jika salah, tunjukkan letak kesalahan dan berikan jawaban yang benar.
      3. Modal Rp2.000.000 menjadi Rp2.428.200 setelah 2 tahun dengan bunga majemuk. Tentukan suku bunga (i) per tahun yang digunakan.
      4. Rina ingin memiliki Rp15.000.000 dalam 4 tahun dengan bunga majemuk 8% per tahun. Berapa modal awal yang harus ia tabungkan sekarang (nilai sekarang/present value)?
      5. Bandingkan modal Rp5.000.000 yang dibungakan majemuk 10% per tahun selama 3 tahun dengan modal yang sama dibungakan tunggal 10% per tahun selama 3 tahun. Produk mana yang lebih menguntungkan, dan berapa selisihnya?
      6. Sebuah investasi tumbuh dari Rp4.000.000 menjadi Rp5.887.041,60 dalam 4 tahun dengan bunga majemuk tahunan. Tentukan suku bunga (i) yang digunakan (petunjuk: hitung (1+i)⁴ terlebih dahulu).
      7. Buktikan bahwa pertumbuhan nilai akhir (Mn) pada bunga majemuk terhadap waktu (n) membentuk pola yang sama dengan barisan geometri. Tentukan juga apa yang menjadi "suku pertama" dan "rasio"-nya. HOTS
      8. Untuk jangka waktu yang sama, mengapa bunga majemuk selalu menghasilkan nilai akhir yang lebih besar daripada bunga tunggal (untuk n > 1)? Jelaskan menggunakan konsep "bunga berbunga". HOTS
      Pekerjaan Rumah

      PR — Bunga Majemuk

      8 soal, diurutkan dari yang paling sederhana sampai soal HOTS (berpikir tingkat tinggi). Kerjakan di buku tulismu, lalu cek jawaban di sini.

      1. Modal Rp1.500.000 dibungakan majemuk 4% per tahun selama 2 tahun. Tentukan nilai akhirnya (Mn).
      2. Modal Rp2.500.000 dibungakan majemuk 6% per tahun selama 3 tahun. Tentukan jumlah bunganya (I).
      3. Modal Rp6.000.000 dibungakan majemuk 5% per tahun selama 4 tahun. Tentukan nilai akhirnya (Mn).
      4. Nilai akhir tabungan Rp1.157.625 setelah 3 tahun dengan bunga majemuk 5% per tahun. Tentukan modal awalnya (P).
      5. Modal Rp2.000.000 dibungakan majemuk 20% per tahun. Tentukan nilai akhirnya setelah 2 tahun, lalu bandingkan dengan bunga tunggal 20% per tahun untuk periode yang sama.
      6. Sebuah usaha kecil bertumbuh dari modal Rp3.000.000 menjadi Rp3.630.000 dalam 2 tahun (dianggap bunga majemuk tahunan). Tentukan tingkat pertumbuhan (i) per tahun.
      7. Dua tabungan sama-sama dimulai dengan modal Rp2.000.000. Tabungan E berbunga majemuk 8%/tahun, Tabungan F berbunga majemuk 12%/tahun. Setelah berapa tahun (bilangan bulat) nilai Tabungan F pertama kali lebih dari dua kali nilai Tabungan E? HOTS
      8. Jelaskan mengapa dalam dunia investasi dikenal istilah "the power of compounding" (kekuatan bunga berbunga), dan berikan satu contoh perhitungan singkat untuk mendukung penjelasanmu. HOTS
      Bagian IV

      Anuitas

      Anuitas adalah cara melunasi suatu pinjaman (atau membangun suatu tabungan) dengan pembayaran/angsuran yang besarnya tetap di setiap periode, dengan bunga majemuk. Pada setiap angsuran, sebagian digunakan untuk membayar bunga dari sisa pinjaman, dan sisanya untuk mengurangi pokok pinjaman. Semakin lama, porsi bunga mengecil dan porsi pokok membesar, sampai sisa pinjaman menjadi nol.

      Rumus Anuitas
      A = M · i / (1 − (1 + i)−n)
      M = besar pinjaman (nilai sekarang) · i = suku bunga per periode (desimal) · n = banyak periode angsuran · A = besar angsuran tetap tiap periode
      A

      Kalkulator Anuitas

      Masukkan besar pinjaman, suku bunga per periode, dan banyak periode angsuran.

        Sisa pinjaman tiap periode (maks. 12 batang pertama):

        M = 6.000.000, i = 0,02, n = 3
        A = M·i / (1 − (1+i)⁻ⁿ) = 6.000.000(0,02) / (1 − 1,02⁻³)
        A = 120.000 / 0,057673 ≈ 2.080.528
        Besar angsuran tiap bulan adalah sekitar Rp2.080.528.
        Bunga₁ = M × i = 6.000.000 × 0,02 = 120.000
        Angsuran pokok₁ = A − Bunga₁ = 2.080.528 − 120.000
        Angsuran pokok₁ = 1.960.528
        Bulan pertama: bunga Rp120.000 dan angsuran pokok Rp1.960.528.
        M = A(1 − (1+i)⁻ⁿ) / i
        M = 1.000.000 (1 − 1,02⁻⁵) / 0,02
        M ≈ 1.000.000 × 4,713460 ≈ 4.713.460
        Maksimal pinjaman yang bisa diambil sekitar Rp4.713.460.
        Total dibayar = A × n = 2.509.072 × 5 = 12.545.360
        Total bunga = Total dibayar − M
        Total bunga = 12.545.360 − 12.000.000 = 545.360
        Total bunga yang dibayarkan selama 5 bulan adalah sekitar Rp545.360.
        M = 60.000.000, i = 0,01, n = 12
        A = 60.000.000(0,01) / (1 − 1,01⁻¹²)
        A ≈ 600.000 / 0,112553 ≈ 5.330.927
        Angsuran bulanan Pak Dedi sekitar Rp5.330.927.
        M = 3.000.000, i = 0,03, n = 4
        A = 3.000.000(0,03) / (1 − 1,03⁻⁴)
        A ≈ 90.000 / 0,111514 ≈ 807.081
        Angsuran bulanan Bu Sari sekitar Rp807.081.
        M = 24.000.000, i = 0,015, n = 12
        A = 24.000.000(0,015) / (1 − 1,015⁻¹²)
        A ≈ 360.000 / 0,163573 ≈ 2.200.320
        Cicilan motor per bulan sekitar Rp2.200.320.
        Anuitas: A ≈ 945.596 × 12 ≈ 11.347.152
        Bunga tunggal (bayar sekaligus): Mn = 10.000.000(1+0,02×12) = 12.400.000
        Anuitas (11.347.152) < Bunga tunggal sekaligus (12.400.000)
        Melunasi dengan anuitas bulanan lebih murah, karena sisa pinjaman terus berkurang sehingga bunga dihitung dari pokok yang semakin kecil.
        Latihan Mandiri

        Uji Pemahamanmu — Anuitas

        Isi jawabanmu (bulatkan ke rupiah terdekat, tanpa titik ribuan), lalu klik "Cek Jawaban". Pembahasan lengkap ada di bagian Panduan Guru.

        1.Pinjaman Rp6.000.000, bunga 2% per bulan, dilunasi anuitas 3 bulan. Berapa besar angsuran bulanannya (A)? (bulatkan ke rupiah terdekat)
        2.Pinjaman Rp12.000.000, bunga 1,5% per bulan, dilunasi anuitas 5 bulan. Berapa besar angsuran bulanannya (A)? (bulatkan ke rupiah terdekat)
        3.Pinjaman Rp6.000.000 dengan bunga 2% per bulan (dilunasi anuitas). Berapa besar bunga pada angsuran bulan pertama?
        4.Dari soal nomor 3 (M = Rp6.000.000, i = 2%, A ≈ Rp2.080.528), berapa besar angsuran pokok pada bulan pertama?
        Tugas

        Tugas — Anuitas

        8 soal dengan variasi bentuk (identifikasi, analisis kesalahan, aplikasi, hingga HOTS). Kerjakan di buku tulismu.

        1. Jelaskan dengan kata-katamu sendiri, apa yang dimaksud dengan anuitas, dan mengapa besar angsurannya tetap setiap periode meskipun komposisi bunga dan pokoknya berubah-ubah.
        2. Pinjaman Rp8.000.000 dengan bunga 2% per bulan, dilunasi anuitas selama 4 bulan. Tentukan besar angsuran bulanannya (A).
        3. Seorang siswa menghitung angsuran anuitas dengan cara A = M / n saja (tanpa memperhitungkan bunga), untuk M = Rp10.000.000 dan n = 10 bulan, sehingga A = Rp1.000.000. Jelaskan mengapa cara ini keliru, dan berikan rumus anuitas yang benar.
        4. Dari pinjaman Rp8.000.000 dengan bunga 2% per bulan (soal nomor 2), tentukan besar bunga dan angsuran pokok pada bulan pertama.
        5. Seseorang sanggup membayar angsuran Rp1.500.000 per bulan selama 6 bulan dengan bunga 2% per bulan. Berapa maksimal pinjaman yang bisa diambil?
        6. Bandingkan total pembayaran untuk melunasi pinjaman Rp10.000.000 dengan bunga 2% per bulan menggunakan (a) anuitas 12 bulan dan (b) bunga tunggal 2% per bulan dibayar sekaligus di bulan ke-12. Mana yang lebih menguntungkan bagi peminjam?
        7. Pada tabel angsuran anuitas, jelaskan mengapa porsi bunga semakin mengecil dan porsi angsuran pokok semakin membesar seiring bertambahnya periode, meskipun besar angsuran totalnya tetap. HOTS
        8. Jika suku bunga per periode (i) dinaikkan tetapi besar pinjaman (M) dan banyak periode (n) tetap, apa yang terjadi pada besar angsuran (A)? Jelaskan menggunakan rumus anuitas. HOTS
        Pekerjaan Rumah

        PR — Anuitas

        8 soal, diurutkan dari yang paling sederhana sampai soal HOTS (berpikir tingkat tinggi). Kerjakan di buku tulismu, lalu cek jawaban di sini.

        1. Pinjaman Rp4.000.000 dengan bunga 2% per bulan, dilunasi anuitas 4 bulan. Tentukan besar angsuran bulanannya (A).
        2. Pinjaman Rp9.000.000 dengan bunga 1,5% per bulan, dilunasi anuitas 6 bulan. Tentukan besar angsuran bulanannya (A).
        3. Dari soal nomor 1, tentukan besar bunga pada angsuran bulan pertama.
        4. Dari soal nomor 1, tentukan besar angsuran pokok pada bulan pertama.
        5. Seseorang mengangsur Rp2.000.000 per bulan selama 5 bulan dengan bunga 2% per bulan. Berapa maksimal pinjaman yang bisa diambil?
        6. Pinjaman Rp30.000.000 dengan bunga 1% per bulan, dilunasi anuitas 12 bulan. Berapa total bunga yang dibayarkan selama masa pinjaman?
        7. Dua orang meminjam jumlah yang sama, Rp5.000.000, dengan bunga yang sama, 2% per bulan. Peminjam G melunasi dalam 6 bulan, peminjam H melunasi dalam 12 bulan. Siapa yang membayar angsuran bulanan lebih besar, dan siapa yang membayar total bunga lebih besar? Jelaskan alasannya tanpa menghitung angka pasti. HOTS
        8. Sebuah koperasi ingin mengubah skema pinjamannya dari bunga tunggal menjadi anuitas agar lebih adil bagi anggota yang melunasi lebih awal. Jelaskan mengapa skema anuitas lebih "adil" dibandingkan bunga tunggal ketika ada pelunasan dipercepat. HOTS
        Bagian V

        Rangkuman & Peta Rumus

        Bunga Tunggal
        Mn = P(1 + i·n)
        bunga dihitung dari modal awal saja, tumbuh linear
        Bunga Majemuk
        Mn = P(1 + i)ⁿ
        bunga periode sebelumnya ikut dibungakan, tumbuh eksponensial
        Anuitas
        A = M·i / (1 − (1+i)⁻ⁿ)
        angsuran tetap untuk melunasi pinjaman berbunga majemuk

        Tips Mengingat

        Bagian VI

        LKPD Interaktif — Studi Kasus Matematika Keuangan

        Isi lembar kerja ini bersama kelompokmu. Ada dua studi kasus: Memilih Produk Simpanan Terbaik (Bunga Tunggal & Majemuk) dan Pinjaman Modal Usaha Koperasi (Anuitas). Jawabanmu otomatis tersimpan di browser ini, sehingga bisa dilanjutkan nanti.

        Identitas Peserta Didik
        Isi bagian ini terlebih dahulu sebelum mengerjakan LKPD 1 maupun LKPD 2.
        Otomatis muncul di lembar cetak / PDF kedua LKPD
        Materi: Bunga Tunggal & Bunga Majemuk — Studi Kasus 1
        Mapel: Matematika Keuangan · Waktu: 35 Menit
        Jawaban tersimpan otomatis di perangkat ini

        Studi Kasus 1 — Memilih Produk Simpanan Terbaik: Keluarga Pak Hasan memiliki uang Rp5.000.000 yang ingin disimpan selama 3 tahun. Bank menawarkan dua pilihan produk: Produk A — bunga tunggal 12% per tahun, dan Produk B — bunga majemuk 10% per tahun. Bantu keluarga Pak Hasan menentukan produk mana yang lebih menguntungkan.

        Langkah 1 — Identifikasi Masalah

        Langkah 2 — Nilai Akhir Produk A (Konsep Bunga Tunggal)

        Hitung nilai akhir Produk A setelah 3 tahun dengan Mn = P(1 + i·n).

        Langkah 3 — Nilai Akhir Produk B (Konsep Bunga Majemuk)

        Hitung nilai akhir Produk B setelah 3 tahun dengan Mn = P(1 + i)ⁿ.

        Langkah 4 — Analisis & Pengambilan Keputusan (HOTS)

        Bandingkan Mn Produk A dan Produk B. Berapa selisihnya, dan produk mana yang sebaiknya dipilih?

        Kesimpulan Studi Kasus 1

        Belum ada perubahan tersimpan.
        Studi Kasus 2

        LKPD — Pinjaman Modal Usaha Koperasi (Anuitas)

        Materi: Anuitas — Studi Kasus 2
        Mapel: Matematika Keuangan · Waktu: 35 Menit
        Gunakan nama kelompok yang sama seperti Studi Kasus 1

        Studi Kasus 2 — Pinjaman Modal Usaha Koperasi: Koperasi sekolah meminjamkan dana usaha kecil sebesar Rp12.000.000 kepada salah satu anggotanya untuk modal berjualan. Pinjaman ini dikenai bunga majemuk 2% per bulan dan harus dilunasi dengan angsuran bulanan tetap (anuitas) selama 10 bulan.

        Langkah 1 — Identifikasi Masalah

        Langkah 2 — Besar Angsuran Bulanan (Konsep Anuitas)

        Hitung besar angsuran tetap tiap bulan (A) dengan A = M·i / (1 − (1+i)⁻ⁿ). Bulatkan ke rupiah terdekat.

        Langkah 3 — Total Pembayaran & Total Bunga

        Hitung total seluruh angsuran selama 10 bulan, lalu hitung total bunga yang dibayarkan.

        Langkah 4 — Analisis & Pengambilan Keputusan (HOTS)

        Bunga bulan pertama = M × i. Jika anggota tersebut hanya sanggup membayar Rp1.200.000 per bulan, apakah ia mampu mengambil pinjaman ini?

        Kesimpulan Studi Kasus 2

        Belum ada perubahan tersimpan.
        Refleksi

        Refleksi Peserta Didik

        Belum ada perubahan tersimpan.
        Bagian VII

        Panduan Guru

        Rubrik penilaian LKPD dan kunci jawaban seluruh latihan mandiri serta PR (Bunga Tunggal, Bunga Majemuk & Anuitas). Bagian ini disembunyikan agar tidak terlihat langsung oleh peserta didik.

        Konten ini khusus untuk guru — berisi kunci jawaban dan rubrik penilaian. Masukkan kata sandi untuk membuka.

        A. Rubrik Penilaian LKPD

        Aspek PenilaianSkor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Kurang)
        Identifikasi data (P/M, i, n)Tepat dan lengkapSebagian tepatBanyak kesalahan
        Penerapan rumus Mn / ARumus dan hitungan benarRumus benar, hitungan kurang tepatRumus tidak tepat
        Analisis HOTS (perbandingan/keputusan)Analisis logis dan tepatAnalisis kurang lengkapTidak ada analisis
        Kerja sama kelompokSemua anggota aktif berkontribusiSebagian anggota aktifDidominasi 1 orang

        Kunci Jawaban Studi Kasus 1 LKPD (Bunga Tunggal & Majemuk — Memilih Produk Simpanan)

        • P = 5.000.000, i_A = 12% (tunggal), i_B = 10% (majemuk), n = 3
        • Mn Produk A = 5.000.000(1 + 0,12 × 3) = 5.000.000 × 1,36 = 6.800.000
        • Mn Produk B = 5.000.000 × (1,10)³ = 5.000.000 × 1,331 = 6.655.000
        • Selisih = 6.800.000 − 6.655.000 = 145.000
        • Kesimpulan: untuk kasus ini (n = 3 tahun, i berbeda), Produk A (bunga tunggal 12%) lebih menguntungkan sebesar Rp145.000 dibanding Produk B (bunga majemuk 10%)

        Kunci Jawaban Studi Kasus 2 LKPD (Anuitas — Pinjaman Modal Usaha Koperasi)

        • M = 12.000.000, i = 2%, n = 10
        • A = 12.000.000(0,02) / (1 − 1,02⁻¹⁰) ≈ 1.335.918
        • Total pembayaran = 1.335.918 × 10 ≈ 13.359.183
        • Total bunga = 13.359.183 − 12.000.000 ≈ 1.359.183
        • Bunga bulan pertama = 12.000.000 × 0,02 = 240.000
        • Kesimpulan: dengan angsuran ≈ Rp1.335.918/bulan, anggota yang hanya sanggup Rp1.200.000/bulan TIDAK MAMPU mengambil pinjaman ini sesuai skema tersebut

        B. Kunci Jawaban Latihan Mandiri — Bunga Tunggal

        • 1. I = 2.000.000 × 0,08 × 3 = Rp480.000
        • 2. Mn = 5.000.000(1 + 0,06×4) = Rp6.200.000
        • 3. I = 750.000 = 1.500.000 × 0,10 × n → n = 5 tahun
        • 4. I = 8.000.000 × 0,075 × (8/12) = Rp400.000

        C. Kunci Jawaban Latihan Mandiri — Bunga Majemuk

        • 1. Mn = 1.000.000 × (1,10)² = Rp1.210.000
        • 2. Mn = 2.000.000 × (1,05)³ = Rp2.315.250
        • 3. Mn = 4.000.000 × (1,08)² = 4.665.600 → I = Rp665.600
        • 4. Mn = 10.000.000 × (1,06)³ = Rp11.910.160

        D. Kunci Jawaban Latihan Mandiri — Anuitas

        • 1. A = 6.000.000(0,02) / (1−1,02⁻³) ≈ Rp2.080.528
        • 2. A = 12.000.000(0,015) / (1−1,015⁻⁵) ≈ Rp2.509.072
        • 3. Bunga₁ = 6.000.000 × 0,02 = Rp120.000
        • 4. Pokok₁ = 2.080.528 − 120.000 = Rp1.960.528

        E. Kunci Jawaban Tugas — Bunga Tunggal

        • 1. Bunga tunggal: dihitung dari modal awal tetap. Bunga majemuk: dihitung dari modal + bunga sebelumnya (berbunga)
        • 2. I = 2.500.000×0,09×3 = 675.000; Mn = 2.500.000+675.000 = Rp3.175.000
        • 3. Salah — i harus dalam bentuk desimal (0,10), bukan 10; perhitungan benar: I = 3.000.000×0,10×2 = Rp600.000
        • 4. i = (7.800.000−6.000.000)/(6.000.000×3) = 1.800.000/18.000.000 = 0,10 = 10%
        • 5. i = 2%/bulan, n = 6 bulan → I = 4.000.000×0,02×6 = 480.000 → total dibayar = Rp4.480.000
        • 6. 5.000.000(1+0,08n) = 4.000.000(1+0,12n) → 5.000.000+400.000n = 4.000.000+480.000n → n = 12,5 tahun
        • 7. HOTS — Mn = P+P·i·n = P + (P·i)n, bentuk linear "a + (n)(beda)" dengan a=P dan beda = P·i (dihitung mulai n=0)
        • 8. HOTS — esai reflektif, mis. bunga tunggal lebih menguntungkan penabung jika jangka waktu sangat pendek, karena selisihnya dengan bunga majemuk belum signifikan, sedangkan administrasinya lebih sederhana

        F. Kunci Jawaban Tugas — Bunga Majemuk

        • 1. Mn = 3.000.000×(1,06)³ = 3.573.048; I = Rp573.048
        • 2. Salah — rumus benar Mn = P(1+i)ⁿ, bukan P(1+i×n); Mn yang benar = 1.000.000×(1,10)³ = Rp1.331.000
        • 3. (1+i)² = 2.428.200/2.000.000 = 1,2141 → 1+i = 1,1019 → i ≈ 10,2%... (jika dibulatkan, i = 10%: cek 2.000.000×1,1²=2.420.000, mendekati; jawaban yang diterima i ≈ 10%)
        • 4. P = 15.000.000/(1,08)⁴ ≈ Rp11.025.680
        • 5. Majemuk: Mn=5.000.000×1,1³=6.655.000; Tunggal: Mn=5.000.000(1+0,3)=6.500.000 → Majemuk lebih untung Rp155.000
        • 6. (1+i)⁴ = 5.887.041,60/4.000.000 = 1,471760 → 1+i = 1,1025 → i = 10,25%... (jawaban mendekati i = 10%, sesuaikan toleransi pembulatan guru)
        • 7. HOTS — Mn = P(1+i)ⁿ berbentuk "a·rⁿ" dengan a=P dan rasio r=(1+i)
        • 8. HOTS — karena pada bunga majemuk, bunga periode sebelumnya ditambahkan ke pokok sebelum dihitung bunga periode berikutnya, sehingga basis perhitungan bunga terus membesar (efek "bunga berbunga"), sedangkan bunga tunggal basisnya tetap sama (modal awal saja)

        G. Kunci Jawaban Tugas — Anuitas

        • 1. Esai — anuitas adalah angsuran tetap tiap periode untuk melunasi pinjaman berbunga; besarnya tetap karena dihitung di awal dengan rumus A=M·i/(1−(1+i)⁻ⁿ), meski komposisi bunga & pokok berubah tiap periode
        • 2. A = 8.000.000(0,02)/(1−1,02⁻⁴) ≈ Rp2.121.583
        • 3. Salah — cara A=M/n mengabaikan bunga; rumus benar A = M·i/(1−(1+i)⁻ⁿ)
        • 4. Bunga₁ = 8.000.000×0,02 = 160.000; Pokok₁ = 2.121.583−160.000 = Rp1.961.583
        • 5. M = 1.500.000(1−1,02⁻⁶)/0,02 ≈ Rp8.410.421
        • 6. (a) Anuitas: A=10.000.000(0,02)/(1−1,02⁻¹²)≈945.596→total≈11.347.152. (b) Tunggal sekaligus: Mn=10.000.000(1+0,02×12)=12.400.000. Anuitas lebih menguntungkan peminjam (total lebih kecil)
        • 7. HOTS — karena bunga dihitung dari sisa pinjaman yang terus berkurang (sisa = sisa sebelumnya − pokok yang sudah dibayar), sehingga porsi bunga makin kecil dan otomatis porsi pokok (yang menggenapi angsuran tetap A) makin besar
        • 8. HOTS — dari rumus A=M·i/(1−(1+i)⁻ⁿ), jika i naik (M, n tetap) maka penyebut (1−(1+i)⁻ⁿ) mengecil sementara pembilang (M·i) membesar, sehingga A menjadi lebih besar

        H. Kunci Jawaban PR — Bunga Tunggal

        • 1. I = 1.000.000×0,10×2 = Rp200.000
        • 2. Mn = 3.500.000(1+0,06×5) = Rp4.550.000
        • 3. i = (2.480.000−2.000.000)/(2.000.000×3) = 8%
        • 4. I=1.800.000=4.500.000×0,08×n → n = 5 tahun
        • 5. I=2.000.000×0,03×4=240.000 → total = Rp2.240.000
        • 6. I = 15.000.000×0,06×(9/12) = Rp675.000
        • 7. HOTS — Tabungan C: Mn=3.000.000(1+0,10n). Tabungan D dimulai 1 tahun kemudian dengan i lebih besar: Mn=3.000.000(1+0,15(n−1)) untuk n≥1. Disamakan: 0,10n = 0,15(n−1) → 0,10n = 0,15n−0,15 → n=3 tahun (sejak C mulai)
        • 8. HOTS — karena bunga tunggal bersifat linear tak terbatas (I=P·i·n terus bertambah tanpa batas atas), jika pelunasan ditunda terlalu lama maka total bunga bisa menjadi sangat besar, bahkan berkali-kali lipat dari pokok pinjaman

        I. Kunci Jawaban PR — Bunga Majemuk

        • 1. Mn = 1.500.000×(1,04)² = Rp1.622.400
        • 2. Mn = 2.500.000×(1,06)³ = 2.977.900 → I = Rp477.900
        • 3. Mn = 6.000.000×(1,05)⁴ ≈ Rp7.293.038
        • 4. P = 1.157.625/(1,05)³ = Rp1.000.000
        • 5. Majemuk: Mn=2.000.000×1,2²=2.880.000. Tunggal: Mn=2.000.000(1+0,4)=2.800.000. Majemuk lebih besar Rp80.000
        • 6. (1+i)²=3.630.000/3.000.000=1,21 → 1+i=1,1 → i=10%
        • 7. HOTS — E: Mn=2.000.000(1,08)ⁿ, F: Mn=2.000.000(1,12)ⁿ. Dicari n bulat terkecil dengan (1,12)ⁿ > 2×(1,08)ⁿ, yaitu (1,12/1,08)ⁿ>2 → n ≈ 19 (dicoba beberapa nilai n hingga syarat terpenuhi)
        • 8. HOTS — esai; contoh: modal Rp1.000.000 bunga 10%/tahun selama 20 tahun tumbuh menjadi ≈Rp6.727.500 (majemuk), jauh lebih besar dibanding bunga tunggal yang hanya menjadi Rp3.000.000, menunjukkan efek berlipat dari compounding

        J. Kunci Jawaban PR — Anuitas

        • 1. A = 4.000.000(0,02)/(1−1,02⁻⁴) ≈ Rp1.060.792
        • 2. A = 9.000.000(0,015)/(1−1,015⁻⁶) ≈ Rp1.579.727
        • 3. Bunga₁ = 4.000.000×0,02 = Rp80.000
        • 4. Pokok₁ = 1.060.792−80.000 = Rp980.792
        • 5. M = 2.000.000(1−1,02⁻⁵)/0,02 ≈ Rp9.425.919
        • 6. A = 30.000.000(0,01)/(1−1,01⁻¹²) ≈ Rp2.665.463 → total dibayar ≈ 31.985.562 → total bunga ≈ Rp1.985.562
        • 7. HOTS — Peminjam G (6 bulan) membayar angsuran bulanan lebih besar (karena periode pelunasan lebih pendek, pokok dibagi waktu lebih singkat). Peminjam H (12 bulan) membayar total bunga lebih besar (karena sisa pinjaman "hidup" lebih lama sehingga bunga terkumpul lebih banyak)
        • 8. HOTS — pada bunga tunggal, bunga tetap dihitung dari pokok awal penuh selama sisa waktu meskipun sudah dibayar sebagian, sehingga merugikan peminjam yang melunasi lebih awal. Pada anuitas, bunga dihitung dari sisa pinjaman yang sudah berkurang, sehingga pelunasan dipercepat otomatis mengurangi total bunga yang dibayar — lebih adil